Pengamanan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu steganography dan cryptography. Biasanya kita hanya familier dengan cara yang terakhir saja. Namun steganografi juga memiliki banyak manfaat.
Pengamanan dengan menggunakan steganografi membuat seolah-oleh pesan rahasia tidak ada atau tidak tampak, padahal pesan tersebut ada. Namun, orang tidak sadar bahwa ada pesan tersebut di sana.
Contoh steganografi antara lain:
• Di jaman perang antara Yunani dan Persia, pesan rahasia disembunyikan dengan cara menuliskannya di meja (mebel) yang kemudian dilapisi dengan lilin (wax). Ketika diperiksa, pesan tidak nampak. Akan tetapi sesampainya di tujuan pesan tersebut dapat diperoleh kembali dengan mengupas (kerok) lilin yang melapisinya.
• Hal yang sama dapat dilakukan dengan membuat urutan gambar buah dimana pesan tersebut merupakan gabungan dari huruf awal dari nama buah tersebut.
• Pengarang Dan Brown dalam buku novelnya yang berjudul “The Da Vinci Code” memberikan pesan di sampul bukunya dengan membuat beberapa huruf dalam cetakan tebal (bold). Jika disatukan, huruf-huruf yang ditulis dalam cetakan tebal tersebut membuat berita yang dimaksud.
• Di dunia digital, steganografi muncul dalam bentuk digital watermark, yaitu tanda digital yang disisipkan dalam gambar (digital image) atau suara. Hak cipta (copyright) dari gambar dapat disisipkan dengan menggunakan high-bit dari pixel yang membentuk gambar tersebut. Gambar terlihat tidak berbeda, karena kemampuan (atau lebih tepatnya ketidakmampuan) mata manusia yang tidak dapat membedakan satu bit saja. Akan tetapi sebenarnya mengandung pesan-pesan tertentu.
Contoh Membuat Steganografi
Bila kita ingin menyampaikan pesan yang berisi ajakan untuk memilih nomor 7, dalam rangkaian kata “Pilih Nomor Tujuh”, steganografi yang bisa kita buat antara lain seperti penggalan puisi berikut :
prinsip rizki berawal dari berkah
insan bro muslim yo ikhtiar
takut diburu imej borju hadiah
Steganografi yang kita buat dengan mengambil/menjadikan huruf akhir dari setiap kata sehingga membentuk kata-kata pesan “Pilih Nomor Tujuh” di atas.
Penggalan puisi tersebut bisa kita masukkan pada media yang bergambar yang bisa kita kirim/sebar ke pemilih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar